Halaman

Sabtu, 28 September 2013

Tak Ada Soto Madura di Madura

Warung soto Apsatun di depan Pasar Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (21/8/2013). Satu porsi soto ayam dan lontong di warung soto ini dijual Rp 3.000.

KALAU menyebut makanan Madura, kerap kali orang langsung menunjuk soto madura. Memang benar, di Madura ada banyak soto, tetapi tak ada yang bernama soto madura.

Di Jalan Raya Raci yang menghubungkan Surabaya dan Pasuruan, kami menepi di warung Soto Raci Den Didik. Hal yang memikat untuk didatangi adalah sebuah pikulan soto, dengan sepanci soto yang mengepul. Pikulan soto itu identik dengan warung soto ala Madura. Sebuah papan penutup ditaruh di antara dua keranjang pikulannya. Di papan itu, tulisan besar tertempel, ”Soto Madura”.

Kamis, 26 September 2013

Batik Madura [Kemeja Batik]

KMJS 018

SIZE XL LEBAR BAHU : 47 cm LINGKAR DADA : 56 x 2 cm PANJANG LENGAN : 26 cm PANJANG BAJU : 73 cm

Untuk produk Batik Madura lainnya silahkan lihat pada website kami
http://batikmaduraflovea.com
FB/Fanpage : Batik Madura Flovea
Respon cepat pemesanan :
contact person : Mila
0812 3046 8838 (Call,SMS,WhatsApp)
0877 5066 6588
2A4416D1 BBM (only serius buyer)

Selasa, 17 September 2013

Sukmariyah, Tukang Jahit Perintis Koperasi bagi UMKM

Sukmariyah

Kondisi perkampungan yang agak terbelakang, dan banyak warga yang menjadi penganggur, membuat Sukmariyah rela berjalan berkeliling kampung untuk menjajakan programnya.

Keinginannya sederhana, ingin meningkatkan pendapatan warga dan mengusahakan agar masyarakat bisa mengakses dana perbankan. Sukmariyah, ibu rumah tangga berusia 32 tahun, tinggal di kampung Rancagede Kaler, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Tangerang.

Batik Tulis Madura

BMPS Serat 002
Bahan Katun Santyo
Ukuran 2 X 1 m
Rp. 100.000
Untuk produk Batik Madura lainnya silahkan lihat pada website kami
http://batikmaduraflovea.com
FB/Fanpage : Batik Madura Flovea
Respon cepat pemesanan :
contact person : Mila
0812 3046 8838 (Call,SMS,WhatsApp)
0877 5066 6588
2A4416D1 BBM (only serius buyer)

Senin, 16 September 2013

Eko Mulyadi, Penggerak Perubahan "Kampung Idiot"

Eko Mulyadi (berdiri) bersama warga desa binaannya

Eko Mulyadi, pemuda berusia 31 tahun ini layak disebut sebagai pejuang tunagrahita. Bagaimana tidak, di usia yang masih belia itu, ia mampu mengubah kondisi kampungnya yang dahulu dikenal sebagai “kampong idiot” kini menjadi kampung yang penuh semangat dan keceriaan.
Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Kaupaten Ponorogo, Jawa Timur, sebagai tempat tinggalnya itu sempat dicap sebagai “kampung idiot” karena banyak warga berkebutuhan khusus yang ada di desa itu.